A Brief Introduction To The Layur Mosque

A Brief Introduction To The Layur Mosque

Kota Semarang selain memiliki destinasi wisata Lawang Sewu atau Kota Lama, juga ada wisata religi salah satunya Masjid Layur. Orang Semarang lebih mengenal dengan nama Masjid Menara Kampung Melayu. Bangunan ini terletak di jalan Layur, Semarang Utara.

Masjid Layur sendiri masih terlihat asli dengan bercorak geometrik hijau dan perpaduan etnis Jawa, Melayu dan Arab. Masjid ini bersisian dengan Kali Semarang yang dulunya menjadi jalur perdagangan penting sejak abad ke-17. Masjid Layur juga akrab disebut sebagai masjid menara karena memiliki menara putih gading yang menjulang tinggi sebagai penyeru saat adzan berkumandang.

Tahukah kamu bahwa menara ini dulunya berfungsi sebagai mercusuar loh untuk mengawasi kapal-kapal dagang yang berlalu-lalang di kali Semarang. Menara ini pun menjadi simbol kampung Melayu dan bentuk atapnya yang tumpang susun pun menjadi ciri khas Jawa juga. Seiring berjalannya waktu, banyak warga asli Kampung Melayu yang mulai pindah karena rob seringkali melanda kawasan ini. Fenomena rob yang diakibatkan oleh penurunan tanah yang parah di utara Semarang inj juga berdampak pada bangunan masjid dimana bangunan yang sebelumnya dua lantai kini tersisa hanya menjadi satu lantai. Kalau kamu suka dengan sejarah, disinilah tempatnya. Lalu apa aja sih sejarah-sejarah lainnya seputar Masjid Layur ini? Lebih lengkapnya kamu bisa ikut Bersukaria Walking Tour rute Multicultural. Cocok banget deh buat kamu para pecinta sejarah.


In addition to Semarang having a Lawang Sewu or Old City tourist destination, there is also a religious tour, one of them is Layur Mosque. Semarang people are more familiar with the name Masjid Kampung Melayu Mosque. This building is located in Layur Street, North Semarang.

Layur Mosque itself still looks original with green geometric patterns and a blend of Javanese, Malay and Arabic ethnicity. This mosque is side by side with Kali Semarang, which used to be an important trade route since the 17th century. Layur Mosque is also known as the tower mosque because it has an ivory white tower that towers as a caller when the call to prayer reverberates.

Did you know that this tower used to function as a beacon for monitoring merchant ships that were passing by at Semarang times? The tower also became a symbol of the Malay village and the shape of the overlapping roof became a characteristic of Java as well. As time went on, many indigenous Kampung Melayu began to move because rob often hit this area. The rob phenomenon caused by severe soil degradation in the north of Semarang and also affects mosque buildings where buildings that were previously two floors are now only one floor. If you like history, this is the right place for you. Then what are the other histories about this Layur Mosque? More complete, you can join Bersukaria in the Walking Tour Multicultural route. Very suitable for you history lovers.